Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2015

Ngutang aja boleh gak? Cicilannya kan 0%

Kalau agan pernah lihat toko furnitur atau elektronik, sering ada promo "hanya bulan ini, cicilan 0% selama 24 bulan!" Sebenarnya aneh kenapa harus pake "hanya bulan ini", perasaan promo itu selalu ada wkwkwkw...
Nah pada kesempatan ini kami mau bahas tentang cicilan 0%. Cicilan 0% biasanya ditawarkan untuk produk atau jasa yang mahal, dan bahkan sekarang sudah mulai ada untuk liburan. Jika diperhatikan secara sekilas, sepertinya cicilan 0% tidak ada masalah ya? 0% berarti harga tidak menjadi lebih mahal, malah untung karena ringan di cashflow.
Financial Health (catatan)
Dari segi perencanaan keuangan, furnitur atau elektronik merupakan barang konsumsi, dan oleh karena itu, hutang konsumsi sebenarnya tidak baik! Tapi demi tujuan membahas program ini, kita asumsiin aja sofa rumah agan rusak dan butuh sofa baru.
Nah, pertama-tama kita perhatikan dari segi rasio hutang dulu. Hati-hati, terutama bagi yang sudah punya cicilan lainnya seperti KKB atau KPR, pastikan cicilan baru ini tidak membuat total cicilan melebihi 30% penghasilan. Jika dengan hutang ini jadi lewat 30% penghasilan, berarti udah kartu merah, ga ada yang perlu dipertimbangin lagi
Aturan Main
Biasanya cicilan 0% menggunakan kartu kredit. Jika agan mengikuti aturan dan membayar tepat waktu, memang tidak ada bunga. Namun jika suatu saat telat sehari saja, agan bisa dikenakan bunga yang tinggi plus dihitung mundur sejak pembelian! Sebenarnya jika menggunakan cicilan 0%, agan sedang taruhan melawan perusahaan kartu kredit. Agan taruhan bahwa dalam kurun waktu tertentu, agan cukup disiplin untuk membayar tagihan tepat waktu. Perusahaan kartu kredit mengambil posisi sebaliknya. Itulah mengapa masa cicilan tidak pernah pendek, biasanya minimal 6 bulan, dan jika ada opsi, akan ditawarkan untuk diperpanjang, menjadi 12 bulan misalnya. Semakin lama masa cicilan, semakin tinggi kemungkinan agan telat bayar.
Ilusi Banyak Duit
Penjual tahu bahwa mereka menjual barang sekunder yang mahal dimana sebenarnya ada banyak sekali alternatif substitusinya. Dengan memperpanjang masa cicilan dengan cicilan bulanan 0%, produk yang dijual jadi terkesan murah dan agan mungkin jadi belanja lebih dari yang dianggarkan. Yang tadinya mau beli sofa 2jt, mungkin jadi upgrade ke 3jt karena selisih cicilannya hanya 100rb/bulan.
Bahaya cicilan 0% adalah ia menciptakan ilusi bahwa agan tidak membayar bunga, maka seolah-olah murah. Akibatnya agan akan terus belanja barang yang lain tanpa sadar bahwa sudah keluar senilai Rp. X untuk suatu produk/jasa.
Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga
Apakah agan berencana mengambil KPR atau KPA dalam waktu dekat? Jika iya, sebaiknya jangan mengambil cicilan 0%. Jangan sampai hanya gara-gara telat bayar cicilan barang konsumsi yang nilainya tidak seberapa, nilai kredit agan menjadi jelek. Dampaknya adalah pada saat mengajukan KPR, bunga yang didapat tinggi.
Tips
Jika memang sudah memahami berbagai 'ranjau' program cicilan 0% dan tetap memutuskan untuk mengambil cicilan demi barang konsumsi, buatlah anggaran pembayaran khusus yang nilainya lebih besar daripada cicilan. Misalnya, jika membeli laptop dengan cicilan 500rb per bulan, maka anggarkan untuk menyisihkan 700rb tiap bulan. Lalu bayarkan cicilan dari anggaran tersebut. Jadi kalau cicilannya 12 bulan, agan sudah punya dananya pada bulan ke-9.
Kesimpulan
- Sebaiknya hindari berhutang untuk barang konsumsi
- Jika ingin mengambil KPR/KPA dalam waktu dekat, pertimbangkan dengan hati-hati jika mengambil cicilan 0%
- Jika akhirnya memilih program cicilan 0%, buatlah anggaran khusus untuk cicilan.
- JANGAN sampai telat membayar cicilan
Semoga informasi dan tips di atas bermanfaat.
Apakah agan punya pengalaman (manis maupun pahit) dengan cicilan 0%? Tolong share ya...

Beli Barang... Butuh atau Pingin?

Agan tentu pernah melihat anak kecil teriak ke orang tuanya, "mamaaa... aku mau itu...". Ini pasti kejadian sehari-hari di toko mainan. Apa yang agan pikirkan kalau lihat itu? Kalau ane mungkin mikir tuh anak manja banget, atau kasihan orang tuanya, atau untung anak ane gak seperti itu...
Tapi agan pernah berpikir gak sih, apakah agan sampai saat ini masih juga seperti anak itu? Kalau ada mainan atau pakaian yang bagus, agan jadi gatel pingin beli, apalagi kalau masih tanggal muda seperti sekarang Bedanya dengan anak tadi adalah agan punya duitnya, jadi bisa beli! Lalu tentu sebagai orang dewasa, kita mencari justifikasi atas pembelian tersebut; baju pestaku sudah lama, atau kebetulan nih ada promo handphone, HP sekarang udah mulai ngehang, atau malah untuk hobi, agan punya justifikasi "investasi" seperti pembelian mainan action figure dan lego
Gan, ane rasa sekarang sudah saatnya kita meninggalkan sifat kekanak-kanakan itu dan mulai hidup sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab. Ingat, semua orang menjadi tua, dewasa adalah pilihan.
Pertama-tama, kita harus paham dulu perbedaan kebutuhan (needs) dengan keinginan (wants).
Kebutuhan: sesuatu yang harus dimiliki
Keinginan: sesuatu yang ingin dimiliki
Hati-hati dalam melabel sesuatu sebagai kebutuhan karena nanti malah bingung dan bisa-bisa semua hal dicap sebagai kebutuhan . Kita ingat-ingat yuk pelajaran di bangku sekolah. Dulu ane di SMP belajar kebutuhan primer manusia ada 3: sandang (pakaian), papan (tempat tinggal), pangan (makanan). Kemudian selanjutnya ada kebutuhan sekunder (meningkatkan kebahagiaan) dan tersier (kemewahan/luxury). Kebutuhan sekunder dan tersier sebenarnya sudah masuk wants.
Apakah itu berarti agan hanya boleh beli kebutuhan primer saja? Ya, gak juga. Tentu agan, seperti ane, juga ingin hidup nyaman, maka kadang butuh hiburan dan liburan (sekunder). Kadang untuk meningkatkan prestise juga diperlukan beberapa barang mewah (tersier) seperti iPad, mobil bagus, dll. Yang harus dihindari adalah menekan atau bahkan menghilangkan kebutuhan primer untuk memenuhi kebutuhan tersier. Yang begini nih yang biasanya jadi asal muasal masalah keuangan. Gaji masih pas-pasan sudah beli gadget high-end. Karena dana belum cukup, maka ambil cicilan 0% 24 bulan. Supaya cicilan tidak telat, makan terpaksa dikurangi jadi 2x sehari saja. Sedih tapi ini beneran ada lho!
Tips: Kalau agan tidak yakin apakah suatu pengeluaran merupakan Kebutuhan atau Keingingan, coba untuk tidak mengeluarkannya dalam suatu kurun waktu tertentu. Jika ternyata agan tidak bisa bertahan tanpa barang/jasa tersebut selama satu bulan, maka bisa jadi itu adalah Kebutuhan.
Sebagian besar pengeluaran sebenarnya sudah jelas apakah kebutuhan atau keinginan, namun beberapa hal memang di area abu-abu. Misalnya, apakah pakaian mewah pasti merupakan keinginan? Belum tentu! Untuk beberapa profesi tertentu, seperti pengacara atau asset manager, pakaian dengan merk mewah bisa jadi merupakan kebutuhan.
Jadi gimana? Agan sudah bisa membedakan antara keinginan dengan kebutuhan? Sudah bisa jadi orang dewasa dan tidak mencari justifikasi pembelian?

5 Kiat Praktis Mengelola Gaji Agar Bisa Kaya ala Safir Senduk

19 June 2008 by winda
Tulisan ini aku resume dari buku Safir Senduk yang berjudul ”Siapa Bilang Karyawan Nggak Bisa Kaya ? ”. Aku sebagai karyawati ingin mempunyai tabungan yang cukup, tapi terasa sulit sekali. Nafsu belanjaku masih lebih besar daripada niat menabungku. Memang menabung itu membutuh niat yang kuat dan konsistensi yang tinggi.
Setelah membaca buku ini, niat menabungku semakin meningkat, dan sekarang aku sudah lebih baik mengontrol nafsu belanjaku. Mudah-mudahan dengan resume ini temen-temen yang baca tulisan ini bisa ikut lebih semangat lagi untuk menabung. Apalagi di jaman yang serba mahal seperti sekarang ini.
Resumenya sebagai berikut :
3 pemikiran yang harus Anda miliki sebagai seorang karyawan:
1. Berapa pun gaji yang diberikan perusahaan kepada Anda, tidak─sekali lagi tidak─menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan.
Berapa pun gaji yang Anda dapat, tidak menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan, yang menjamin adalah bagaimana cara Anda mengelola gaji tersebut, termasuk kalau gaji itu benar memang ngepas dengan kondisi Anda sekarang.
2. Jangan selalu menjadikan kondisi Anda di rumah─entah Anda banyak tanggungan, banyak utang, atau boros─sebagai alasan untuk selalu minta naik gaji
Perusahaan hanya akan memberi Anda gaji sesuai dengan job description Anda, bukan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di rumah Anda. Artinya, kalau anda merasa bahwa gaji Anda koq sepertinya nggak cukup untuk membiayai keluarga Anda yang anaknya banyak, yah, itu bukan salah perusahaan Anda. Toh ketika anda menambah anak, Anda nggak minta izin dulu ‘kan ke perusahaan?
3. Menjadi kaya bergantung 100% pada apa yang Anda lakukan terhadap keuangan Anda, tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda.
Kalau Anda mau kaya, itu semua bergantung pada apa yang Anda lakukan terhadap penghasilan dan fasilitas yang Anda dapatkan.
3 TRIK UNTUK BISA MENYISIHKAN PENGHASILAN
1. Menabunglah dimuka, jangan dibelakang.
“Loh, nanti penghasilan saya habis dong?” begitu mungkin kata Anda. Ya biar saja, toh Anda sudah sisihkan dulu sebelum penghasilan itu dipakai, kan? “Lho, nanti uang untuk biaya hidup saya dan keluarga berkurang dong?” Hallah, kalaupun penghasilan Anda naik, toh penghasilan itu akan habis juga, kan? Jadi, sebelum habis, kenapa Anda tidak selamatkan dulu sebagian, daripada nabungnya di belakang terus habis? Ya nggak
2. Minta tolong kantor yang memotongnya untuk Anda.
Pada beberapa kasus, Anda mungkin bisa minta tolong kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda dan melakukan proses menabungnya buat Anda.
3. Pakai celengan.
Eit, jangan kaget, yang namanya celengan itu tidak selalu buat anak kecil, tapi juga untuk orang dewasa. Bedanya adalah apa yang Anda celeng. Kalau anak kecil nyeleng koin, entah seratus, lima ratus, atau seribu, Anda bisa nyeleng─katakan─lembaran dua puluh ribu rupiah. Lho, bagaimana caranya? Gampang: setiap kali Anda mendapatkan lembaran uang dua puluh ribu rupiah, tetapkan tekad: JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN UANG ITU UNTUK BELANJA. Langsung saja masukkan ke celengan.
RAHASIA MENJADI KAYA SEBAGAI SEORANG KARYAWAN
A. Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif
Bagaimana Melakukannya?
1. Tentukan Harta Produktif yang ingin Anda miliki.
2. Tulis pos-pos Harta Produktif yang Anda inginkan tersebut di kolom Harta Produktif. Contohnya seperti pada tabel di halaman berikut.
3. Segera setelah mendapatkan gaji, prioritaskan untuk memiliki pos-pos Harta Produktif sebelum Anda membayar pengeluaran Anda yang lain. Kalau perlu, pelajari seluk-beluk masing-masing Harta Produktif tersebut.
HARTA PRODUKTIF
Tabungan di Bank Niaga
Deposito di Bank Mandiri
Reksadana Pendapatan Tetap (dari Trimegah)
Rencana Harta Produktif Lain:
Deposito di Bank Danamon
Unit Link dari Prudential
Emas Koin
Reksadana Saham Shcroeder
Motor (disewakan ke tukang ojek dekat rumah)
Bisnis Laundry (perantara saja)
Bisnis Burger Edam (Franchise)
HARTA KONSUMTIF
Teve
Radio tape
Perabot rumah
Hiasan dinding (5 buah)
Meja makan
Handphone
Sofa (3 buah)
Komputer
Perangkat makan
Ranjang (4 buah)
Perhiasan
Peralatan masak
Busana (banyak sekali)
Kaset dan CD (banyak sekali)
VCD dan DVD (banyak sekali)
Setumpuk buku
Rumah
Mobil Kijang
Motor Yamaha
Tabungan di BCA (untuk belanja)
B. Atur Pengeluaran Anda
Tiga hal yang harus Anda perhatikan dalam mengatur pengeluaran.
1. Bedakan kebutuhan dan keinginan.
2. Pilihlah prioritas terlebih dahulu.
3. Ketahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran.
C. Hati-hati dengan Utang
Tahukah Anda perbedaan ngutang dan nabung?
Menabung berarti bersusah-susah dulu, bersantai-santai kemudian. Artinya, Anda bekerja keras di depan, setelah itu merasakan nikmatnya di belakang. Kalau ngutang, berarti Anda bersantai-santai dulu, baru merasakan susahnya di belakang. Sekali lagi, nabung berarti Anda bekerja keras dulu, baru mendapatkan nikmatnya di belakang, sedangkan ngutang berarti Anda menikmati nikmatnya di depan, setelah itu melakukan kerja keras.
Kebanyakan orang Indonesia lebih senang ngutang daripada nabung.
Kapan BOLEH Berutang
1. Ketika utang itu akan digunakan untuk sesuatu yang produktif.
Misalnya, untuk bisnis. Bisnis jelas produktif, biarpun hasilnya kadang tidak selalu bisa langsung dinikmati. Harapannya sih, hasil bisnis bisa lebih besar dibandingkan dengan bunga dan cicilan yang Anda bayar.
2. Ketika utang itu akan dibelikan barang yang nilainya hampir pasti akan naik.
Contohnya, rumah. Rumah adalah tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya. Nilai bangunan biasanya akan menurun dalam jangka waktu 10─15 tahun. Sebaliknya, nilai tanah justru akan naik dari tahun ke tahun. Bahkan, kenaikan harga tanah ini sering kali jauh lebih besar daripada penurunan nilai bangunan. Di sini, Anda boleh berutang karena hampir bisa dipastikan persentase kenaikan nilai rumah Anda lebih besar daripada persentase suku bunga KPR.
3. Ketika Anda tidak punya cukup uang tunai untuk membeli barang-barang yang benar-benar Anda butuhkan, walaupun nilai barang itu menurun.
Misalnya, barang elektronik. Kulkas deh. Kulkas nilainya cenderung menurun dari tahun ke tahun. Akan tetapi, barang ini penting dan pembeliannya sering kali tidak bisa ditunda. Bahasa kerennya: urgent. Nah, kalau tidak punya uang tunai yang cukup untuk membelinya, Anda bisa memanfaatkan fasilitas utang yang ada di sekitar Anda.
Kapan Sebaiknya TIDAK Berutang
Ketika barang yang Anda beli nilainya menurun dan Anda punya uang untuk membelinya secara tunai.
Kembali ke contoh kulkas yang urgent itu. Kalau Anda memiliki uang tunai, lebih baik beli cash. Kenapa? Membeli secara kredit akan lebih mahal dibanding kalau Anda membeli secara tunai. Bagaimana dengan rumah? Apa harus tunai juga? Memang, membeli rumah secara tunai akan lebih murah. Akan tetapi, khusus untuk rumah, tidak apa-apa kalau Anda membelinya secara kredit. Berbeda dengan kendaraan atau barang elektronik yang nilainya menurun, nilai rumah biasanya naik sehingga kalaupun Anda membayar lebih mahal dalam bentuk pembelian secara kredit, toh persentase kenaikan nilai rumah Anda biasanya lebih besar daripada persentase suku bunga KPR.
Berikut sejumlah tip bila Anda ingin membeli sesuatu dengan cara berutang.
1. Pilih dengan siapa Anda berutang.
2. Ambil cicilan utang yang sesuai dengan penghasilan Anda.
3. Perhatikan prosedur pembayaran utang Anda.
Kalau sudah punya hutang
1. Tinjau kembali kemampuan Anda dalam membayar cicilan.
2. Jalin hubungan dengan si pemberi utang.
3. Kadang-kadang, tidak apa-apa melakukan gali lubang tutup lubang.
D. Sisihkan untuk Pos-pos Pengeluaran di Masa Yang Akan Datang
Ada empat alasan mengapa orang tidak mempersiapkan dana sejak sekarang untuk membayar pos-pos pengeluaran yang penting di masa depan.
1. Merasa belum urgent, toh masih lama.
2. Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang sudah punya cukup dana.
3. Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang penghasilan saya sudah cukup besar.
4. Pasrah. Biarkan saja hidup ini mengalir seperti air, toh nanti uangnya pasti akan datang sendiri.
Pos-pos Pengeluaran di Masa Depan yang Umumnya Harus Dipersiapkan Sejak Sekarang
1. Pendidikan Anak
2. Pensiun
3. Properti
4. Bisnis
5. Liburan dan Perjalanan Ibadah
E. Miliki Proteksi
Risiko-risiko yang mungkin bisa terjadi pada kehidupan Anda antara lain adalah:
1. Kematian
2. Kecelakaan
3. Sakit
4. Musibah pada rumah
5. Musibah pada kendaraan
6. Pemutusan Hubungan Kerja
Apa yang bisa Anda Lakukan untuk memproteksi risiko-risiko tersebut? Jawabnya ada tiga, yaitu:
1. Miliki asuransi.
2. Miliki dana cadangan.
3. Miliki sumber penghasilan di luar gaji yang kalau bisa didapat secara terusmenerus.
“MILIKI PROTEKSI” Bagaimana melakukannya?
1. Miliki asuransi, entah asuransi jiwa, asuransi kesehatan, atau asuransi kerugian. Syukur kalau dari beberapa dari jenis jasa asuransi itu sudah dibayari oleh kantor. Kalau tidak, beli saja dengan biaya sendiri.
2. Miliki dana cadangan sebagai proteksi jangka pendek kalau Anda kehilangan penghasilan dan tidak mendapatkan uang pesangon, atau kalau uang pesangonn Anda sangat kecil.
3. Miliki Sumber Penghasilan Lain di Luar Gaji yang kalau bisa didapat secara terus-menerus, sebagai proteksi jangka panjang dari gaji Anda yang sewaktu-waktu bisa saja terancam berhenti

60 Tips Cara Mengatur Keuangan Keluarga ala Safir Senduk Terbaru 2014

Mengelola keuangan pribadi sangat penting terutama bagi anda yang memiliki pendapatan pas-pasan. Berikut kumpulan cara-cara cerdas yang bisa ditiru tentang pengelolaan keuangan pribadi dari seorang Financial Planner ternama.
Safir Senduk adalah seorang Konsultan Perencana Keuangan ternama yang mendirikan Safir Senduk & Rekan. Financial planner sebuah profesi yang memberikan solusi bagi setiap orang. Doski menebarkan tips-tipsnya cara mengelola keuangan keluarga dan individu, diantaranya adalah sebagi berikut:
Penghasilan Rp 5 juta: Bayar utang Max. 30% (1,5 juta), Menabung Min. 10% (500 ribu), Asuransi Max. 10% (500 ribu), Biaya Hidup Max. 50% (2,5 juta)
Pengeluaran untuk Kost sebaiknya Maksimal 30% dari Penghasilan
Ambil Asuransi Kesehatan yang Berdiri Sendiri / Gabung dengan Asuransi Jiwa? Kalau butuh Asuransi Jiwa, ambil yang gabungan aja
Arisan bukanlah Investasi
Punya Rp 500 juta yang Nganggur 1-3 bulan? Taruh di Reksa Dana Pasar Uang
Beli Rumah sebaiknya Sebelum Nikah. Kalau dananya tidak ada, beli setelah nikah juga tidak apa
Punya Uang Rp 2 juta: Lunasi Kartu Kredit atau Beli Reksadana? Lunasi Kartu Kredit. Untuk Reksadana bisa dicari lagi uangnya
Seorang Single sebaiknya pakai 2 rekening, satu untuk kebutuhan sehari-hari, satu lagi untuk investasi
Mau beli Kendaraan? Beli Cash. Gak punya Cash, silakan beli Kredit, asalkan memang Kendaraannya butuh
Beli Barang Elektronik sebaiknya Cash. Kredit sebaiknya difokuskan ke hal lain saja
Kalau belum pernah berbisnis, pilihlah bidang bisnis berdasarkan Hobi
Tiga Pilihan memilih Bidang Bisnis: (1) Dari Hobi, (2) Dari Keahlian, (3) Dari Tawaran Keuntungan
Beli Emas lebih menarik dibanding yang Lain karena Peminatnya di Indonesia Lebih Banyak
Buat Single, Kendaraan Perlu karena untuk Bekerja. Tapi tidak punya Kendaraan pun juga tak apa.
Mau berhenti dari kepemilikan Kartu Kredit? Datang langsung ke banknya, dan gunting di depan CS-nya
Punya Mobil bukan Keharusan. Tapi kalau ditanya, mana baiknya: Kendaraan atau Rumah dulu? Buat Single: Kendaraan dulu
Dalam Jangka Panjang, kenaikan Harga Properti lebih tinggi daripada Bunga KPR.”
Dua Macam Investasi: (1) Bisnis, (2) Produk Investasi. Bisnis, hasil Lebih Besar, tapi Risiko juga Besar.”
Mending beli Dinar atau Emas Batangan? Emas Batangan
Investasi Perorangan yang bisa dianggap Paling Aman Saat ini adalah ORI
Secara Sopan Santun, Bank gak boleh ngeluarin Kartu Kredit tanpa Seijin Kita.
Bisnis apa yang Modal Kecil tapi bisa dijual mahal? Bisnis Konsultasi.
Investasi Barang Koleksi. Semua Barang bisa dikoleksi, tapi tidak semua Barang Koleksi bagus untuk Investasi.
Anda Karyawan sekaligus Bisnis Sampingan? Silakan berhenti jadi Karyawan kalau Penghasilan Bisnis sudah 3x Gaji.
Pengen Mobil tapi Dana Terbatas? Pertimbangkan Mobil Second. Ini karena Nilai Mobil menyusut Sangat Besar di Tahun-tahun Pertama.
Pengen Kredit Mobil baru? Kalau punya cashnya, mending bayar cash aja.
Dua Macam Aset: (1) Aset yg bikin kita selalu Keluar Uang Tiap Bulan, dan (2) Aset yg bikin kita Dapat Uang Tiap Bulan.
5 Komponen Biaya Liburan: (1) Transport, (2) Akomodasi, (3) Makan Minum, (4) Obyek Wisata, dan (5) Belanja & Oleh-oleh.
Anda Single Parent? Pertimbangkan untuk punya Bisnis Sendiri. Jangan Melulu mengandalkan Pekerjaan Sebagai Karyawan.
Kredit Barang Bank Syariah: Bank beli barang itu, lalu JUAL ke kita dgn Harga Lebih Tinggi yang kita cicil. Sampai Lunas. Fixed.
Beda Beli Barang via Kredit di Bank Umum & Bank Syariah? Bank Umum: Kita bayar Pokok+Bunga yg Naik Turun. Akadnya Kredit
Beda Nabung di Bank Umum & Bank Syariah? Di Bank Umum dapatnya Bunga. Di Bank Syariah dapatnya Bagi Hasil (dari Keuntungan Bank).
Makin Panjang Jangka Waktu Invest, makin GPP pilih Produk Investasi yg Potensi Hasilnya Besar biarpun Risikonya Besar.
Tab Berjangka vs Asuransi Jiwa? Kalau pilihannya hanya 2 itu, maka u/ Hasil Lebih Besar, pilih Tab. Berjangka.
Tips Liburan Budget Mepet: Tekan di Biaya Penginapan & Transport. Penginapan: Hotel Melati. Transport: Low Fare Airline.
Tiga Macam Budget Liburan: (1) Budget Mepet, (2) Budget Normal, (3) Budget Lebih.
Yg namanya Kredit, sebaiknya digunakan u/ Hal Produktif. Kalau Kredit cuma jadi Sofa, Baju atau Liburan, itu mah percuma.
Makan Sebelum Lapar, Berhenti Sebelum Kenyang. Dlm Keuangan, Siapkan Investasi dr Jauh Hari, dan Jgn Tamak dgn Returnnya.
Reksa Dana Syariah: Reksa Dana yang berinvestasi ke Instrumen Pasar Modal dan Pasar Uang yang sesuai Syariah Islam.
“Untuk yg baru kerja, Dana Terbatas, mulailah dengan Tabungan Berjangka, kemudian meningkat ke ReksaDana.
Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup. Bersyukur. Hidup sederhana dan saling menyayangi. Itulah kunci kepuasan hidup.
Ada 20-30 juta dan ingin investasi di tempat yang bisa kasih pemasukan bulanan? Pertimbangkan ORI.
Beli mobil-kalau ada uangnya- mending cash. Beli kredit akan jadi lebih mahal padahal nilai mobil menurun.
Ketika kita meminjam, maka barang agunan yang paling baik untuk kita agunkan adalah barang yang nilainya menurun.
Punya uang dan ingin lunasi KPR?Gak usahlah, tetap mencicil dan uangnya invest saja di tempat lain.
Beli peralatan dan mengerjakan sendiri pekerjaan rumah tangga mungkin lebih hemat. Tapi anda kehilangan waktu untuk cari penghasilan.
Menabung minimal 10% dari penghasilan. Kalau bisa lebih besar (20%) lebih bagus lagi.
Dana cadangan = dana darurat. Besar dana cadangan yang pas minimal 3 bulan pengeluaran keluarga.
Kalau belanja, pakai kartu debit dibanding cash. Kalau pakai cash, nanti harus bolak-balik ke ATM.
Asuransi kesehatan sebaiknya dimiliki kapanpun. Asuransi jiwa sebaiknya dimiliki kalau sudah punya tanggungan.
Jangan pernah lepas status karyawan untuk full time di bisnis, kecuali penghasilan bisnis sudah 3 kali gaji.
Buka deposito bukan untuk untung, tapi untuk punya dana yang liquid. 6-7-8-juta sudah bisa.
Kalau sudah punya reksadana, asal bentuknya pendapatan tetap/ terproteksi gapapa gak punya deposito.
Prioritas dalam mengambil asuransi kesehatan, lihat penggantian rawat inapnya, operasi, lalu rawat jalan.
Buka usaha dengan sistem franchise itu gak menjamin untung. Yang bikin untung itu kerja keras kita sendiri.
Ambil asuransi jiwa yang kalau UPnya didepositokan, bunganya bisa untuk membayar biaya hidup orang yang anda tinggalkan.
Asuransi pendidikan hasilnya biasanya kecil. Aset berwujud boleh dipilih kalau sekolah anak masih lama.
Belilah emas secara rutin untuk untung jangka panjang, jadi anda tidak akan peduli naik turunnya secara harian.
Cara terbaik menyiapkan pensiun adalah dengan memiliki properti. Saat pensiun, sewakan properti tersebut.
Cara terhalus nolak teman yang selalu pinjam duit, pinjamkan 10% saja dari permintaannya tetapi cukup sekali saja.

Senin, 03 Maret 2008

KEUNTUNGAN INVESTASI EMAS
Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 1004/XVIII

Rasanya, hampir tak ada wanita yang tak akrab dengan perhiasan emas. Tetapi, seberapa banyak kaum hawa yang memakai perhiasan emas untuk tujuan investasi? Banyak, tentu saja. Ketika berinvestasi, wanita menginginkan suatu produk yang ada wujudnya, bisa dipegang dan dapat dilihat. Itu sebabnya pilihan wanita untuk berinvestasi tak jauh bentuknya dari tabungan, deposito, emas, dan properti.

Emas banyak dipilih sebagai salah satu bentuk investasi karena nilainya cenderung stabil dan naik. Sangat jarang sekali harga emas turun. Dan lagi, emas adalah alat yang dapat digunakan untuk menangkal inflasi yang kerap terjadi setiap tahunnya.

Emas tersedia dalam berbagai macam bentuk, mulai dari batangan atau lantakan, koin emas dan emas perhiasan. Disebut emas batangan karena emas ini berbentuk seperti batangan pipih atau batubata, dimana kadar emasnya adalah 22 atau 24 karat, atau apabila dalam persentase adalah 95% dan 99%. Jenis emas ini adalah yang terbaik untuk investasi karena dimana pun dan kapan pun Anda ingin menjualnya, nilainya akan sama. Nilai ini mengikuti standar internasional yang berlaku nilainya pada hari penjualan lagi.

Kemudian, yang kedua adalah emas koin, dimana bentuk emas seperti ini adalah salah satu bentuk lain dari emas batangan yang sudah dibentuk menjadi koin emas murni. Nilai dan kadarnya pun sama dengan emas batangan. Yang perlu diketahui adalah bahwa emas koin bagus untuk investasi. Namun sayangnya, sekarang emas koin sudah sulit untuk dijumpai lagi di toko-toko emas.

Bagaimana dengan emas perhiasan? Walaupun emas berbentuk perhiasan sangat disukai oleh perempuan, tapi umumnya emas perhiasan kurang baik untuk dijadikan media investasi. Mengapa? Sebab, emas perhiasan membutuhkan jasa pembuatan tertentu untuk bisa memiliki ciri yang khas seperti itu. Itulah sebabnya, emas perhiasan membebankan biaya pembuatan kepada pembelinya.

Sehingga, selain Anda membeli emasnya, Anda juga akan membayar ongkos pembuatan. Belum lagi kalau berbicara mengenai modelnya yang sudah tidak up-to-date lagi alias ketinggalan jaman.

Pedagang di toko emas pun harus siap menanggung ketidakaslian emasnya dan juga turunnya kadar emas tersebut. Jadi, kalaupun mereka membelinya lagi, mereka harus melebur emas tersebut. Itulah sebabnya, emas perhiasan harganya akan turun ketika kita jual.

Emas Untuk Haji

Ada satu lagi yang menarik dari investasi emas, khususnya yang berhubungan dengan ibadah haji. Dulu, biaya untuk pergi haji untuk satu orang, memerlukan dana sekitar 9 jutaan. Saat ini, sudah jumlah tersebut sudah mencapai nilai Rp 27 jutaan.

Sebagai alternatif, Anda bisa juga mempersiapkan dananya melalui emas. Pada awal tahun 1990-an, untuk pergi haji memerlukan 250-300 gram emas. Sedangkan saat ini, cukup dengan 150 gram emas Anda sudah dapat berangkat ke tanah suci. Kenapa begitu? Karena memang harga emas --batangan dan koin emas khususnya-- terus meningkat dari tahun ke tahun dan tidak kena imbas inflasi.

Jadi, buat Anda yang punya keinginan untuk membeli emas jenis apapun, pastikan kembali bahwa Anda mendapatkan sertifikat yang berisikan berat dan kadar dari emas tersebut serta bukti pembelian emasnya. Agar lebih yakinnya, khusus untuk emas batangan dan lantakan, di Jakarta, Anda dapat membelinya langsung pada P.T. Aneka Tambang pada unit pengolahan dan pemurnian logam yang berlokasi di Jl. Pemuda, Jakarta Timur. Ukurannya mulai dari berat 2.5, 5 dan 10 gram. Nah, jadi, jangan ragu-ragu, ya, untuk berinvestasi dalam bentuk emas.

Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan

Sumber : www.perencanakeuangan.com

Jumat, 27 Juli 2007

Hukum 72

KAPAN NILAI INVESTASI BERLIPAT MENJADI DUA?
GUNAKAN HUKUM 72
Oleh: Safir Senduk

Kalau Anda melakukan investasi sekali saja, maka ada saatnya dimana jumlah investasi Anda akan berlipat dua. Sebagai contoh, bila Anda menginvestasikan Rp 1 juta pada deposito yang memberikan suku bunga 12% per tahun (di roll over setiap tahun), maka uang Rp 1 juta Anda akan berlipat dua dalam waktu enam tahun.

Cara menghitungnya adalah dengan menggunakan Hukum 72. Bagi angka 72 dengan suku bunga dari produk investasi Anda. Ini berarti:
= 72 : 12
= 6 tahun.
Itulah jangka waktu yang dibutuhkan agar investasi Anda bisa berlipat dua.

Tentunya, semakin tinggi hasil investasi Anda, maka akan semakin cepat juga investasi Anda berlipat dua. Sebagai contoh, kalau suku bunga deposito Anda adalah 24% per tahun (di roll over setiap tahun), maka uang Rp 1 juta Anda akan berlipat dua dalam waktu 3 tahun (72 : 24 = 3). Bandingkan apabila suku bunga deposito Anda cuma 12%, dimana butuh 6 tahun agar uang Rp 1 juta Anda menjadi berlipat dua.

sumber : www.perencanakeuangan.com