Jumat, 27 Juli 2007

Berlatih kesabaran

http://www.homestead.com/gotaro/DalaiLama27.html

"There is a Tibetan story of a fellow who, while circumambulating a temple, saw someone sitting in meditative posture. He asked the meditator what he was doing, and the meditator answered, "I am cultivating patience." Then that person said something very harsh to the meditator and the meditator at once answered back angrily. This response came because although he had been cultivating patience, he had not encountered anyone who was harming him or speaking badly to him; he had no chance to practice patience. Thus, the best of all situations for the practice of patience is an enemy, and for this reason someone engaged in the Bodhisattva practices should treat an enemy with tremendous respect."
The Dalai Lama

==
Ada sebuah cerita tentang seorang pria Tibet, ketika dia mengelilingi sebuah Vihara, dia melihat seseorang sedang duduk dalam posisi meditasi. Dia bertanya pada si meditator, apa yang sedang dia lakukan, dan dijawab,"Saya sedang melatih kesabaran." Lalu si pria itu mengucapkan sesuatu yang sangat kasar ke si meditator dan si meditator langsung membalas marah dengan tidak kalah kasarnya. Reaksi ini muncul karena biarpun si meditator telah melatih kesabaran, dia tidak pernah mengalami dihina oleh orang lain atau mengucapkan sesuatu dengan kasar kepadanya, jadi tidak ada kesempatan baginya untuk berlatih kesabaran. Jadi, cara yang baik untuk melatih kesabaran adalah dengan musuh, dan dengan demikian, seseorang yang melatih jalan Bodhisatva mestilah memperlakukan musuhnya dengan penuh hormat.
Dalai Lama.